Keinginan Komputasi Exascale Ada untuk Semua Orang

Keinginan Komputasi Exascale Ada untuk Semua Orang

Aurora, yang penyelesaiannya mengonsumsi ongkos tambah mahal US$ 200 juta dari Summit, adalah rekor kontrak di antara pemerintah serta Intel, dimana sekaligus juga jadi ujian atas kepemimpinan berkepanjangan dalam perang super computer.

Produsen processor raksasa asal Lembah Silikon itu bekerja memberikan daya pada sejumlah besar operasional Aurora. Versus Aurora yang dipublikasikan Datasgp pada 2015 didasarkan pada chip akselerator Intel, yang selanjutnya di stop produksinya. Gagasan koreksi untuk cari sasaran kapasitas yang lebih ambisius exascale dipublikasikan dua tahun setelah itu.

Feature yang diulas di hari Senin terhitung chip akselerator Intel yang belum dikeluarkan, berbentuk versus processor Xeon standarnya, dengan ingatan baru serta tehnologi komunikasi serta design yang mengepak chip keduanya untuk mengirit ruangan serta daya.

Baca juga : Peranan Firewall pada Jaringan Computer Begini Cara Kerjanya

Cray, pembuat super computer usang, menyiapkan design skema yang disebutkan Shasta, dan tehnologi untuk percepat saluran data di Aurora, kata Peter Ungaro, kepala eksekutif Intel. Ke-2 perusahaan memasok piranti lunak baru untuk bikin super computer hebat lebih gampang pada operasional program berkaitan. “Kami ingin membuat komputasi exascale ada untuk kebanyakan orang,” kata Raja Koduri, wapres senior barisan pokok serta komputasi visual Intel.

Rick Stevens, seseorang direktur laboratorium di Argonne, mengaku jika Aurora sebagai wakil spekulasi pada kelompok tehnologi baru. “Kita harus ambil efek untuk memajukan keadaan terbaru,” tuturnya. “Bila kamu tidak lakukan itu, kamu tidak bisa menjadi yang paling depan dalam tehnologi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *