Keamanan Cyber Yang Efektif Memerlukan Taktik Yang Fokus Pada Pemakai

Keamanan Cyber Yang Efektif Memerlukan Taktik Yang Fokus Pada Pemakai

Forcepoint sudah menerbitkan studi baru berjudul “Unsur Manusia: Tingkah laku, Arah, serta Persimpangan Data Perusahaan Rusak” . Studi ini, yang menyelidik deteksi tingkah laku manusia dalam keamanan dunia maya serta pengaruhnya pada perlindungan modal cendekiawan perusahaan, didasarkan pada interviu dengan 1.250 profesional keamanan dunia maya dari beberapa bidang di penjuru dunia, khususnya dalam service keuangan, minyak serta gas serta perawatan kesehatan.

Menurut hasil riset; Sebagian besar responden (80%) yakin jika penting untuk mengerti tingkah laku manusia saat berhubungan bermodalkan cendekiawan serta data perusahaan penting yang lain, tapi cuma 32% yang mengerjakannya dengan efisien. Diluar itu, 78% responden mengatakan jika kemauan pemakai itu penting, sesaat cuma 28% yang mempunyai potensi ini. Di lain sisi, 72% responden sepakat jika keamanan bisa diperkokoh dengan fokus pada tempat orang berhubungan dengan data penting untuk lebih mengerti tingkah laku serta arah pemakai.
Riset ini mengutarakan jika beberapa ahli keamanan cyber tidak senang dengan investasi tehnologi sekarang sesaat memberi keamanan jadi susah sebab penebaran data serta batas-batas jaringan. Tetapi, diinginkan jika pandangan tingkah laku serta arah pemakai akan membuat kekuatan yang relevan dalam berhubungan dengan data lain yang penting buat modal cendekiawan serta nilai perusahaan.

Mengerti Tingkah Laku Serta Arah Pemakai Ialah Penting Dengan Strategis

Menurut survey global Forcepoint, cuma 4% profesional keamanan cyber yang senang dengan investasi serta 13% yakin jika makin banyak alat keamanan cyber akan tingkatkan keamanan.  Sesaat data menyebar di beberapa skema serta piranti, jaringan perusahaan tidak termonitor ketat seperti awalnya. 28% responden survey memberikan laporan jika data perusahaan yang gawat serta modal cendekiawan menebar lewat piranti pribadi pemakai, 25% lewat piranti portabel seperti ingatan USB, serta 21% lewat service cloud publik. 46% profesional keamanan dunia maya menjelaskan mereka cemas mengenai gabungan beberapa alat seperti smartphone serta aplikasi pribadi serta perusahaan.

Baca juga : Sejarah Dunia Internet yang Sudah Lebih Dari 50 Tahun

Cuma 7% responden yang mempunyai visibilitas yang baik mengenai bagaimana karyawan memakai data perusahaan penting pada piranti perusahaan serta piranti pribadi. (Service yang di setujui oleh organisasi, seperti Microsoft Exchance serta service customer, seperti Google Drive, Gmail) Ruang dimana orang berhubungan dengan data perusahaan gawat serta modal cendekiawan sekitar dari e-mail ke sosial media serta aplikasi cloud faksi ke-3. E-mail dalam tempat pertama dengan tingkat 46%. Piranti seluler serta cloud mempunyai kepedulian yang sama. Kebocoran data, ishing phishing ”, intimidasi berbasiskan piranti pribadi, serta kekeliruan pemakai ialah semua antara efek paling tinggi yakni 30%.

Sebagian besar profesional yang memberi opini untuk riset ini menjelaskan jika investasi yang akan dikerjakan dengan mengecek tingkah laku pemakai akan memberi andil yang relevan untuk tingkatkan keamanan cyber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *